Jumat, 28 November 2008

SINOPSIS PELATIHAN CRAFTMANSHIP

Pendahuluan

Krisis moneter yang berlanjut ke krisis ekonomi politik tidak menjadikan UKM gulung tikar dan bahkan UKM tetap mampu bertahan dan eksis. Kebalikannya adalah ekonomi konglomerasi yang dulu sendi ekonomi nasional yang dibanggakan ternyata justru sangat rapuh menghadapi krisis. Kini tampaknya pemerintah mempunyai keberpihakan terhadap UKM dengan adanya kementerian UKM.

Adalah Jogja sebagai contoh menarik untuk melihat perkembangan UKM sebagai sendi ekonomi daerah yang ternyata memberikan sumbangan yang besar terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). Jogja miskin SDA dibanding daerah lain, tetapi kaya dengan orang-orang kreatif (SDM). Ada pengamat yang menyamakan kreatifitas warga Jogja dengan warga Beijing-Cina, yang dikenal sebagai warga terkreatif di dunia.

Kreatifitas craftmanship sebetulnya ada di hampir setiap daerah di Indonesia. Mereka mempunyai basic keterampilan yang sama, misalnya teknik anyaman, tenun, tatah, potong, ukir, bubut, sungging (lukis). Hanya saja di Jogja kemudian disentuh dengan aneka desain dan eksplorasi bahan pendukung lainnya. Sentuhan desain ini dimungkinkan karena predikat Jogja sebagai kota seni budaya -- juga banyak sekolah seni di tingkat SLTA sampai perguruan tinggi. Hal mana sebetulnya bisa dikondisikan di daerah lain.

Mekanisme pasar kemudian berjalan dengan sendirinya. Dimana para pelaku bisnis craft seperti produsen, desainer, trading company-craft, eksportir, craft agency, art shop, pasar kerajinan, exhibition organizer, cargo, depo, raw material dan bahan pendukung, toko mesin produksi-mekanika saling bersinergi. Di samping itu ada juga peran pemerintah dan BUMN, swasta dan juga LSM sehingga menjadi saling sinergi dan kondusif bagi eksisnya sentra craft.
Sebagai contoh menarik, saat ini setiap wisatawan yang datang ke Jogja pasti kenal dengan dareah Kasongan sebagai sentra industri kerajinan grabah. Dulu di era 80-an daerah ini tidak ada yang mengenalnya. Daerah tersebut hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran Jogja yang masyarakatnya pembuat alat rumah tangga seperti angklo, pot, kwali, celengan dll dari material gerabah secara konvensional. Tetapi dengan sentuhan seorang seniman (Sapto Hudoyo, pelukis) benda-benda tersebut didesain ulang, sehingga Kasongan menjadi seperti sekarang ini sebagai sentra ekspor gerabah yang terkenal di seluruh dunia, tidak hanya Indonesia saja.
Kesempatan seperti ini bisa diraih dan diolah semua daerah manapun di Indonesia, apalagi daerah di luar Jogja atau di luar pulau Jawa yang sangat kaya akan bahan baku kerajinan. Pengalaman Jogja akan dijadikan prototype pelatihan kewirausahaan UKM.

Filosofis

Keuntungan menghidupkan sektor industri craft ini paling tidak adalah :
1. Memaksimalkan material yang sangat melimpah di bumi Indonesia. Misalnya Limbah kayu yang banyak terdapat di Kalimantan atau tempurung kelapa yang banyak terdapat di Sulawesi akan mempunyai nilai ekonomis yang berlipat di tangan craftmanship yang bisa menjadikannya barang seni yang bernilai tinggi.

2. Rekruitmen tenaga kerja, karena sifat industri rakyat ini padat karya maka akan menciptakan peluang dan lowongan pekerjaan dan otomatis membantu mengatasi masalah ledakan pengangguran yang setiap tahun selalu meningkat.
3. Modal kecil. Modal industri craft ini relative kecil, modal utamanya adlah skill, sedangkan pengadaan alat bisa dikonstruksi dengan teknologi tepat guna.

4. Menciptakan entrepreneur yang handal, karena bisnis ini akan bersentuhan dengan pasar global.

5. Tebuka dan terciptanya pasar ekspor, bisnis craft ini memungkinkan dilirik para investor-eksportir, karena barang tersebut akan menjadi trend interior dunia untuk back to nature. Disamping itu menjadi eksportir craft cukup sederhana, di Jogja banyak para eksportir craft-furniture hanya lulusan SD.

6. Terciptanya interrelasi bisnis, karena bisnis craft ini pasti berciri tersendiri. Seorang produsen kayu pasti memerlukan bahan finishing yang secara otomatis akan juga menghidupkan toko cat, demikian seterusnya.

7. Interaksi intensif dengan perkembangan desain dunia. secara otomatis kalau sudah masuk pasar dunia, seorang pengrajin akan kenal dengan desain yang up to date dari buyers atau via internet, sehingga bisnis craft akan terus berjalan dan berkembang.

Misi

Misi pelatihan ini adalah menciptakan wirausahawan melalui pelatihan craftmanship. Jadi dalam pelatihan ini peserta tidak hanya dilatih dengan keterampilan dan pengetahuan teknis semata tetapi menjadi wirausahawan. Karena di tangan mereka rekruitmen tenaga kerja menjadi mungkin.

Tujuan

Pelatihan craftmanship ini dengan pendekatan integralistik. Pelatihan yang hanya melatih satu unsur saja misalnya teknik craft saja, tetap saja akan membuat craftmanship susah berkembang, sekalipun dia telah menguasasi teknik craft secara baik. Faktor-faktor penyebab kegagalan itu antara lain adalah kesendirian, kegagalan pasar, kegagalan manajemen produksi dan lain-lain.

Pendekatan integralistik meliputi :

1. Perubahan mentalitas.

Menurut para sosiolog orientasi hidup orang Indonesia adalah menjadi amtenar – pegawai negeri, bukan menjadi entrepreneur. Karena itu untuk masuk sistem entrepreneurship perlu adanya perubahan mentalitas. Menurut David McCleland perubahan mental itu bisa ditularkan yaitu dengan “virus” N.Ach yaitu “virus” mental berprestasi yang diaplikasikan dengan training AMT (Achievement Motivation Training).

2. Keterampilan teknis.

Keterampilan teknis tidak hanya melatih keterampilan semata-mata tetapi juga perlu diperhitungkan berbagai faktor dan what next-nya.

Untuk itu hal lain yang perlu juga disentuh dan diperhatikan adalah :

a). Kondisi lingkungan
b). Sentra kerajinan
c). Aneka teknik keterampilan
d). Teknologi tepat guna

Aneka keterampilan craft yang umum ditrainingkan, yaitu :

Desain

a). Pengolahan kayu : potong, bubut, tatah, ukir, in-lay, oven
b). Pengolahan bambu : craft-furniture, treatment bahan baku
c). Pengolahan rotan : craft-furniture, treatment bahan baku
d). Pengolahan batu : potong, bubut, tatah, ukir, cetak dan kombinasi ukir-cetak
e). Pengolahan terracota : cetak, pembakaran.
f). Pengolahan logam : cor, tatah, etsa, krom.
g). Pengolahan batik : tenun, fashion.
h). Pengolahan garmen : tenun, fashion.
i). Pengolahan bahan daur ulang : aneka craft
j). Pengolahan bahan alami aneka dedaunan, akar, pelepah, ranting dll
i). Pengolahan bahan kimiawi : resin, parafin, sandi dengan teknik cetak dan sablon

3.Management.

Untuk menjadikan seorang pengrajin menjadi seorang wirausahawan perlu dilakukan pelatihan manajemen atau BMT (Bussiness Management Training) yang menggunakan dua pendekatan, yaitu :

a.Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity and Threat)
b.Cluster, yaitu dengan menciptakan iklim kerja sama berbagai pihak antara lain : pemerintah, BUMN, perbankan, swasta dan asosiasi yang terkait dengan masalah pembinaan, promosi dan permodalan.

4.Pasar.

Ketika sudah dianggap trampil langkah berikutnya adalah perlunya diciptakan mekanisme distribusi melalui pasar yang terbagi dalam kategori :

a). Pasar lokal : Produk craft yang dibuat untuk orientasi wisata (souvenir) dan rumah tangga dengan local design. Perlu dilakukan event exhibition di daerah, pasar craft, atau art shop di pusat-pusat wisata daerah.
b). Ekspor : Produk yang diorientasikan ke pasar internasional maka perlu mengikuti exhibition craft-furniture tingkat internasional. Di Jakarta minimal ada dua even bergengsi yaitu PPE dan Furnicraft yang banyak dikunjungi buyers. Disamping itu juga perlu untuk masuk ke ecommerce
c). Institusional : Yaitu dengan membuat institusi trading house sebagai tempat para craftmanship untuk mengembangkan pasar

Organisasi

Pengengelola pelatihan adalah : Lembaga Cahaya Nusantara (Yantra)
Bertndak selaku :
a. Trainer
b. Konsultan

Materi Pelatihan :

1. Business Motivation
2. Enterpreneurship
3. Business Management
4. Keterampilan Teknis
5. Outbond Activity
6. SWOT
7. Pembuatan Proposal dan Channeling
8. e-commerce

Penutup

Sinopsis ini terbuka untuk didiskusikan

LOMBA FOTO dan FILM DIGITAL CAM

Pendahuluan

Perkembangan IT Digital Foto telah merambah kebanyak element elektronika seperti MP5 keatas, Hp dan digital camera,video cam pun semakin beragam dan semakin murah, mampir semua lapisan masyarakat mampu memiliki menurut info dari jurnal Hp jumlah pengguna Hp di Indonesia di perkirakan lebih 50 juta ponsel, sebuah jumlah yang cukup banyak.
Perkembangan Digital Foto juga didukung piranti softwere computer yang semakin canggih seperti program editing film seperti Pineacle 9,Ulead 8,9,10 dan Adobe Premiere dan editing photo seperti Photoshop,Corel Draw 12,memudahkan pengolahan hasil yang prima sesuai dengan capian art imaginasi yang diinginkan

Tetapi sayangnya kemajuan piranti Digital Camera dan softwerenya kurang bahkan tidak digunakan secara maksimal oleh pemilik camera.

Untuk mensosialisasikan pemakian Digital Cam yang semakin meluas dikalangan masyarakat perlu sering diadakan aneka event, dalam kontek ini adalah event Lomba Foto dan film Digital.

Kemajuan tehnologi ini sering kali digunakan tidak secara proporsional, yang banyak terjadi menjadi patologi social dengan munculnya adegan porno yang banyak beredar lewat internet mengunakan vasilitas video camera maupun Hp yang sangat sederhana.Sample yang paling spektakuler adalah kasus anggota DPR yang direkam via HP.

Kecanggihan alat-alat Dicital Camera tersebut sebetulnya bisa sebagai ajang aktualisasi diri untuk berpartisipasi dalam interaksi social budaya yang konstruktif dan edukatif. Dan sarana paling efektif dan praktis bagi pengembangan sebuah perusahaan , institusi ataupun partai politik dengan Branding-Promosi yang Smart, maka adanya event lomba Dicital Camera menjadi sangat penting, apalagi hasil lomba akan di publis di media dan di upload di website.

Latar Belakang

Pengembangan kewiraswastaan pada sector UKM sebenarnya pemerintah sudah allout dengan secara politis berdirinya kementrian Koperasi dan UKM, dengan adanya kementrian tersebut secara politis sebagai wujud orientasi policy strategi pembanggunan yang tidak melulu berotrientasi konglomerasi sebagai mana pada pengalaman krisis ekonomi Indonesia di akhir abad 20, dampak kepedulian orientasi politik tersebut dengan adanya pembinaan oleh BUMN, penyaluran dana UKM melalui koperasi dan BMT dan micro finennce, dan program MENPERINDAG pun banyak mensuport bangkitnya UKM, juga kementrian lainnya.

Upaya pemerintah tersebut perlu di support oleh element-element terkait karena pengembangan kewiraswastaan di Indonesia perlu perubahan struktur kognitif yang terus menerus karena sebagaimana tesisnya Ricard Robinson bahwa mentalitas sebagaian besar masyarakat Indonesia adalah priayi artinya orienatasi hidup orang Indonesia adalah pegawai negeri untuk perubahan tersebut meminjam David Mc Callend perlu di beri virus Nach (need for achievement), dalam konteks ini perubahan mental yang perlu di suntikan adalah memberi event-event kesadaran mentalitas melalui lomba-lomba yaitu lomba foto dan pembuatan film digital dengan mengambil tema aktifitas kewiraswastaan di kalangan pengrajin dan foto Produk kerajinan.

Tema tersebut diharapkan bagi peserta non Pengrajin bisa berempati terhadap produk kerajinan,dan cinta - bangga terhadap produk dalam negeri karen rasa rasa bangga terhadap produk sendiri adalah element penting dalam wiraswasta dan Proses kreatif pengrajin adalah contoh menarik kewiraswastaan karena kebanyakan pengrajin berangkat dari geografis desa mampu menembus pasar dunia dan dari kesederhanaan alat produksi mampu melahirkan desain-desain haight class. Dan bagi peserta Pengrajin dengan adanya lomba tersebut memberikan rasa bangga terhadap profesionalisme yang selama ini sector industri kerajinan tidak di jadikan orientasi ekonomis dan pemanfaatan tehnologi canggih yang sudah akrab dalam pola hidup keseharian yaitu HP menjadikan Pengrajin menjadi kreatif berkarya karena mereka akan menjadi mudah mengaktualisasikan produknya dan diakses di dunia international via upload di dunia maya.

Tehnis

1. Peserta adalah bebas
2. Bagi peserta dari Pengrajin diberi code karyanya Prj
3. Bagi peserta dari non Pengrajin diberi code karyanya non Prj
4. Karya foto bebas diedit di computer
5. Karya foto di cetak 20 R
6. Karya foto dilampirka foto aslinya di CD\DVD
7. Karya Film di kirim dengan format DVD
8. Semua karya yang masuk menjadi hak panitia
9. Semua karya akan di upload di website panitia
10. Karya di kirim di alamat :APIKRI jl. Imogiri Barat.no – Yogyakarta
11. Pemenang akan pamerkan dan di putar filmnya di Balai Budaya Yogyakarta
12. Diadakan pelatihan-saresahan tentang editing foto dan Film
13. Pengumuman lewat : website, Koran, radio, poster

Maksud dan Tujuan

1. Merespon animo masyarakat akan Digital Camera
2. Memaksimalisasi Kemampuan Digital Camera yang ada
3. Memperkenalkan aneka produk yang terkait dengan Digital Camera baik softwere maupun hardwerenya
4.Memberi wadah pemilik Digital Camera untuk berapresiasi
5.Memberikan sarana aktualisasi diri dengan menggunakan kecanggihan tehnologi yang sudah merakyat
6. Digital Camera adalah sarana paling mobile dan efektif dalam sosialisasi,promosi, branding suatu perusahaan dan institusi

Out Put

Bagi Apikri adalah sosialisasi program dan branding lembaga dalam rangka mewujudkan masyarakat wiraswasta dan mengangkat dunia kerajinan di mata nasional dan international
Dan bagi lembaga terkait lainnya adalah Promosi yang efektif

Nama Event

Lomba FOto dan Film Digital Camera

Tema

Aktifitas kewiraswastaan dikalangan Pengrajin dan Foto Produk Kerajinan Indonesia
Dengan aneka kategori sebagai berikut:

Katagori Foto Digital

Katagori Salon Foto

Katagori Film

1.Katagori film durasi 5 menit
2.Katagori Film durasi 10 menit

Syarat Alat

Merk bebas

1. HP max 2 pxl
3. MP5 max 2 pxl
4. Camera Pocket Digital max 7 pxl
5. Video Cam max 7 pxl

Dewan Juri

1. (wartawan )
2. (pengamat perfilman UGM)
3. (ahli media digital)
4. (Fotografer dan dosen ISI)
5. (tokoh tema terkait)

Hadiah Lomba Foto Digital

1.Juara pertama Lomba Foto (dua katagori)
a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.5.000.000,- (lima juta rp)
b.Piala dan sertifikat
c.Hadiah Hp,merk

2.Juara kedua Lomba Foto (dua katagori)
a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.4.000.000,.(empat juta rp)
b.Piala dan sertifikat
c.Hadiah Hp,merk

3.Juara ketiga Lomba Foto (dua katagori)
a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.3.000.000,- (tiga juta rp)
b.Piala dan sertifikat
c.Hadiah Hp,merk

4. 6 (enam) juara umum lomba Foto (dua katagori)
a.Masing-masing rp.1.000.000,- (satu juta rp), total Rp.6.000.000,-(enam juta rp)
b.Piala dan Sertifikat
c.Hadiah Hp, merk

Hadiah Lomba Film

1.Juara pertama Lomba Film (dua katagori)
a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.7.000.000 (tujuh juta rp)
b.Piala dan Sertifikat
c.Hadiah Handycam,Merk

2.Juara kedua Lomba Film (dua Kategori)
a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.6.000.000 (enam juta rp)
b.Piala dan Sertifikat
c.Hadiah Handycam,merk

3.Juara ketiga Lomba Film (dua Kategori)
a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rp)
b.Piala dan Sertifikat
c.Hadiah Handycam,merk

4. 6 (enam) juara umum lomba Film (dua kategori)
a. Uang tunai masing-masing sebesar Rp.2.000.000(dua juta rp) total 12.000.000,-(dua belas juta rp)
b.Piala dan Sertifikat
c.Hadiah Hp, merk

Waktu

Organisasi

Lembaga Cahaya Nusantara (Yantra) Yogyakarta dan Aprikri Yogyakarta

Sponsor

Sponsorship : Lembaga Apikri
Co Sponsor :
1.Produsen Hp (Nokia,O2,Nikian,Siemmens, Motorola dll)
2.Shoftwere
3.Media HP (SMS,Pulsa dll)
4.Jaringan (Indosat,XL,Flexy,Frens,Ceria,Satelindo dll)
5.Toko elektronik
6.Perusahaan, Institusi Swasta dan Pemerintah
7.dll

Biaya

Terlampir

Penutup

LEMBAGA CAHAYA NUSANTARA

Latar Belakang

Pada awalnya adalah kajian secara rutin tema-tema Spiritualitas dan Budaya, kajian-kajian tersebut tidak hanya diskusi teks book tetapi juga eksplorasi ekspedisi artefak arkeologis. Dari kajian tersebut permasalahan-permasalahan sosial budaya mencuat, dan dipandang menjadi masalah kebangsaan-keindonesiaan yang penting untuk dikaji lebih luas dan mendalam.

Maka terbentuklah Lembaga Cahaya Nusantara disingkat YANTRA adalah suatu lembaga NGO yang bergerak dalam Kajian, Advokasi, Pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat melalui Pariwisata, Ekonomi, Pendidikan dan Seni Budaya.

YANTRA didirikan pada tanggal 18-08-2008 di Jogjakarta akta notaries Siti Indrati Rahayuningsih,SH nomor 02

Nama YANTRA secara filosofi adalah sebuah MANDALA di maksudkan bahwa aktifitas lembaga mengacu pada tata social dan korelasi keharmonisan makro kosmos dan micro kosmos. Dan diharapkan menjadi cahaya pencerahan kejayaan bangsa di seluruh Nusantara

Filosofi

Pencerahan, Kejayaan, Kemakmuran dan Kemuliaan Bangsa

Misi

1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peranserta dan penguatan ekonomi pada sector Pariwisata dan Kewiraswastaan.
2. Meningkatkan pengetahuam dan kecerdasan masyarakat dengan pendidikan alternative.
3. Meningkatkan dan mempromosikan potensi dan khasanah budaya local dalam arus peradaban dunia dan dalam rangka identitas cultural

Program

Bidang Pariwisata :

1. Membuat paket paket tour minat khusus-alternatif
2. Menghidupkan kawasan wisata dengan kegiatan promotif
3. Membuat kawasan-kawasan wisata baru
4. Mengadakan studi-seminar tentang pariwisata
5. Mengadakan,website, penulisan buku, majalah karan tentang pariwisata

Bidang Ekonomi :

1. Membuat pelatihan kewiraswastaan
2. Menciptakan kawasan berbesickan craft
3. Menguatan ekonomi melalui sector micro finance
4. Membuat konsultansi bisnis
5. Membuat web site dan trading house

Bidang Pendidikan :

1. Membuat pendidikan untuk masyarakat miskin
2. Membuat konsep pendidikan alternatif
3. Membuat web site, studi dan seminar.

Bidang Seni Budaya :

1. Melakukan advokasi pelestarian artefak peninggalan budaya
2. Melakukan pelacakan peninggalan arkeologis yang hilang
3. Membantu mencarikan founding dalam hal rekonstruksi candi
4. Mempromosikan khasanah cultural bangsa dan mengadakan pentas-pentas dan pameran seni
5. Mengadakan kajian akademis, penulisan buku,web site, majalah tentang produk seni budaya bangsa
6. Membuat agenda peran serta masyarakat dan lembaga lembaga dalam hal kepedulian terhadap produk budaya

Produk

Produk YANTRA saat ini adalah :

1. Paket Wisata Spiritual
2. Pelatihan kewiraswastaan Crafmanshift
3. Lomba Foto dan Film Camera Digital
4. Desa Bahasa
5. Javapedia

Alamat

email : yantrajogja@yahoo.com
blog : lembagayantrajogja.blogspot.com
Kantor: Panepen Kilen Dalem Notoprajan II/380 Yogjakarta
Telp :0274 6818877 Fax 0274 381390
Kontak : Hangno - 085643085885
Iwan M - 0818272361
Ali Audah - 081227406695